Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, “Nak, apakah benda itu?” “Burung gagak”, jawab si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat, “Itu burung gagak, Ayah!”

Jika Tuhan membawa Engkau Pada Cinta

Benarkah untuk mencintai memerlukan alasan? Apatah lagi alasan tersebut harus spesifik? Mari kita cermati dialog seorang cewek dan cowok berikut ini, selanjutnya silahkan anda artikan dan anda tafsirkan sendiri. Karena pasti anda semua mempunyai tafsir dan jawaban yang berbeda-beda.

Anak "Underachiever" Apakah itu??

Anak underachiever ada di setiap kelas dan berada dalam banyak keluarga. Mereka menyia-nyiakan sumber pendidikan, mencobai kesabaran para guru, dan memanipulasi keluarga mereka untuk melakukan yang mereka inginkan. Seperti apa ciri mereka? Dr Sylvia Rimm, psikolog dan penulis buku best seller "See Jane Win" menuturkan, anak yang underachieve atau seorang underachiever, kemungkinan adalah anak yang kreatif, sangat verbal dan berkemampuan matematis yang sangat tinggi. Meskipun begitu, dengan bakat dimilikinya, anak yang tergolong underachiever tidak sesukses anak-anak lain di sekolahnya.

25 Cara Mengembangkan Kecerdasan Linguistik

http://hubpages.com Kita pasti setuju bahwa bahasa dapat memberikan inspirasi, menghibur, mengajar dan me-motivasi. Berarti tanpa kita sadari kitapun setuju bahwa bahasa dapat memberi pengaruh terhadap kesadaran. Kecerdasan linguistik mungkin merupakan kecerdasan yang paling universal (Thomas Amstrong, 2005) diantara sembilan kecerdasan (baca, Seberapa Cerdaskah Anda?? ) dalam teori kecerdasan ganda /multiple intelligence ( baca ). Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif (Armstrong, 2005) atau hal-hal yang berhubungan dengan kepekaan pada makna dan susunan kata (Hoerr, 2007). Oleh sebagian pakar pendidikan kecerdasan ini disebut sebagai kecerdasan verbal. Membaca dan menulis yang menjadi tolok ukur tes bakat tradisional merupakan contoh dari kecerdasan ini. Kecerdasan linguistik seringkali menjelma dalam kata-kata baik tulisan maupun lisan.

Konsumsi BBM Beberapa Jenis Mobil

Mendengar, membaca, menyaksikan obrolan, rumor dan sanggahan terkait jadi tidaknya diberlakukan kebijakan BBM non-subsidi, membuat rakyat semakin jengah. Terkesan kebijakan ini tidak cermat, tidak dikaji secara mendalam.  Mungkin dibenak pemerintah, jalankan dulu kebijakan, toh rakyat (baca: masyarakat) akan pasrah dan akhirnya akan menerima paksaan ini. Akupun lantas mimpi mempunyai kendaraan yang irit BBM. Kalau disuruh beli Hybrid tentu aku langsung ngibrit, daripada seperti orang mimpi di siang bolong, pilih yang bekaspun asal irit. Apatah lagi "Sang Ahli" belum bisa membuat kebijakan untuk mengurai kemacetan yang semakin kusut. Akhirnya kembali kepada kita pengguna kendaraan bermotor untuk menggunakan kendaraan secara smart dan bijaksana. Bagi yang baru mau beli atau ganti kendaraan, berikut saya berikan konsumsi BBM beberapa jenis mobil, yang saya comot dari forum di kaskus.us.

Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligence)

http://www.cwhms.com       Teori inteligensi ganda ditemukan dan dikembangkan oleh Howard Gardner, seorang psikolog perkembangan dan professor pendidikan dari Graduate School of Education, Harvard University Amerika Serikat. Gardner mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk memecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam suatu setting yang bermacam-macam dan dalam situasi yang nyata. Inteligensi bukanlah kemampuan seseorang untuk menjawab soal-soal tes IQ dalam ruang tertutup yang terlepas dari lingkungannya. Akan tetapi, inteligensi memuat kemampuan seseorang untuk memecahkan persoalan yang nyata dan dalam situasi yang bermacam-macam. Seseorang memiliki inteligensi yang tinggi apabila ia dapat menyelesaikan persoalan hidup yang nyata, bukan hanya dalam teori. Semakin seseorang terampil dan mampu menyelesaikan persoalan kehidupan yang situasinya bermacam-macam dan kompleks, semakin tinggi inteligensinya. 

Mimpi Ke Surga

hilal-iku-wongndeso.blogspot.com  Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku serta menunjukkan keadaan di surga. Mimpiku mungkin terjadi pada hari Senin atau Kamis, karena Pintu-pintu Surga itu dibuka setiap hari Senin-Kamis Sesuai Sabda Rasulullah saw: “Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin  dan Kamis. Lalu, setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni dosanya, kecuali orang yang memiliki permusuhan dengan saudaranya. Kemudia dikatakan:”Tunggulah dua orang ini sampai mereka berdamai” (Tiga kali)” HR. Muslim”.  Dari pintu mana aku masuk, aku tak tahu pasti, karena pintu surga itu ada delapan, dan yang mungkin aku tidak masuk dari pintu Ar-Rayyan, karena memang aku bukan ahli puasa, sebagaimana sabda Nabi saw:

Seberapa Cerdaskah Anda???

Seberapa cerdaskah anda?  Anda itu pintar! Kita semua itu pandai. Mungkin anda tidak percaya kalau nilai rapor anda banyak merahnya, apalagi kalau skor IQ andapun payah. Tetapi kalau teman-teman anda sering bilang anda pandai bicara, atau pandai membaca peta, atau jago main sepakbola, atau petikan gitar anda membuat orang terpesona, atau pintar bergaul, atau peka akan emosi diri sendiri, anda layak disebut cerdas.

Ku Semakin Yakin

Hanif Adzhar Abd Rahim ibn Abd Razaq Sabtu, 27 Rajab 1428H Sampai hari ini ku belum mampu memahami Apa sebenarnya hakikat makna  hidup ini Tetapi tetap ku jalani mengikuti arus kehidupan Yang semakin hari terasa semakin membingungkan Karena ketiadaan ilmu dan pengertian yang mendalam Tentang makna kelahiran manusia di dunia ini

Ku Dusta Pada-Mu

  Ya Robbi, mengapa keraguan menyelimuti diriku Ku enggan beramal Malas menggunakan jasmaniku Terus terang kunyatakan : Aku amat sayang pada diriku, Karena kuingin hidup penuh tirah Tak berpenat-penat, termasuk beribadah Aku amat sayang pada hidupku