Seorang peternak di sebuah daerah terpencil merasa bahwa waktunya di dunia ini sudah semakin mendekat. Dan dia memutuskan inilah saatnya untuk menuliskan wasiat. Dalam wasiatnya dia menuliskan: “Aku mempunyai 17 ekor unta, dan aku mempunyai tiga orang anak. Aku ingin membagi habis semua untaku kepada anak-anakku. Anakku yang tertua harus mendapatkan setengah dari unta-unta itu. Anak keduaku mendapatkan 1/3 dan anak bungsuku harus mendapatkan 1/9 dari keseluruhan unta tersebut”. Setelah si peternak tersebut meninggal dunia, dan masa berkabung telah usai, maka rapat keluarga memutuskan untuk segera membacakan surat wasiat almarhum. Tetapi mereka menjadi bingung, karena tidak bisa menyelesaikan wasiat tersebut.
Catatan Inspirasi dan REnungan Kehidupan