Langsung ke konten utama

Postingan

Re-Do Resolusi

Hari ini tepat tanggal 31 Januari. Ini berarti sebulan sudah kita tinggalkan tahun yang lalu. Banyak peristiwa yang terjadi, baik secara individu, kelompok, organisasi, masyarakat secara lokal, regional bahkan Internasional. Ada yang menyenangkan dan ada yang mengharu biru. Semuanya terangkai dalam sebuah kaleidoskop untuk menyambut tahun mendatang. Masih hangat dalam ingatan bagaimana gelombang perayaan pergantian tahun di seluruh dunia, jutaan orang mungkin bersumpah untuk menendang kebiasaan buruk dan menguburnya serta bersumpah memperbaiki diri dalam upaya untuk membuat tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Hmmmm?

Komprador dan DPR, TTS Minggu No. 1652

Klik untuk memperbesar Pertanyaan TTS (No. 1652) kali ini jauh lebih sulit daripada minggu lalu. Tapi tetap kucoba untuk menyelesaikanya, walaupun ada keraguan dibeberapa jawaban (salah soal atau jawaban saya yang kurang tepat). Dan ada satu pertanyaan (29 mendatar) yang tidak bisa kujawab. Mungkin Anda bisa menyelesaikannya. Hal menarik pada TTS minggu ini adalah pertanyaan 43 menurun (perantara). Bila Anda cari dikamus, atau Mbah Google, maka akan Anda dapati arti: belantik, broker, calo, ceti, jembatan, mak comblang, makelar, medium, pelerai, pemisah, pendamai, penengah, pengadil, penghubung, penyambung, penyelang, pialang, wasit, wasitah. Tetapi jawaban yang diharapkan adalah KOMPRADOR. Judul artikel ini adalah Komprador dan DPR.  Lantas apa hubungan antara Komprador dan DPR?

Daftar Komplain

“Wah, hari ini aku sial banget!  Di perempatan dekat rumahku, tadi pagi ada truk terguling .  Bayang in aja, diwaktu jam berangkat kerja begini, 20 menit mobilku ng gak bergerak!  Jadinya ya begini, dipelototin ama si Bos, karena t erlambat.  Jel a s a ku ditegur! , sambungku.  

Menengadah dan Menunduk Yang Tepat

Dalam keseharian kita, pasti kita pernah melakukan aktifitas ini, menengadah dan menunduk. Khusus bagi PNS yang setiap Jumat mengikuti Hari Krida dengan Senam Kesegaran Jasmani atau SKJ pastilah melakukan gerakan ini. Ya, gerakan ini dilakukan untuk melenturkan otot sekitar leher dan mengarah ke otot punggung. Hal ini dilakukan sebelum Anda memulai gerakan senam yang sesungguhnya. Ketika  Anda terlalu banyak nonton televise atau didepan komputer, dan Anda merasa pegal dibagian leher, secara sadar bahkan refleks, maka Anda akan menengadah dan menunduk, untuk sekedar melemaskan otot-otot leher Anda, bukankah demikian? Tidak mungkin  Anda hanya menengadah, dan sebaliknya. Ada saatnya kita menengadah dan ada saatnya menunduk. Kapan seharusnya kita menengadah atau menunduk?

Penyatuan Waktu Indonesia; TTS Minggu No. 1651

Terkait pertanyaan No. 11 menurun pada TTS Kompas Minggu No 1651, mengenai jenis waktu di Indonesia. Sebagaimana yang kita ketahui bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia terbagi atas tiga bagian waktu. That’s right, WIB, WITa dan WIT. Mengapa terjadi perbedaan waktu ini? Apakah hal ini merupakan suatu keharusan? Apakah boleh membuat aturan lain tentang pembagian waktu? Bagaimana bila Indonesia menggunakan satu waktu saja? Melihat bahwa bangsa-bangsa lain memilih waktu dengan pertimbangan kepentingan nasional bukannya kesesuaian geografi maupun kenyamanan cuaca, maka Indonesia pun punya peluang yang sama.

Daftar 80 Universitas Favorit dan Terkenal di Australia

Sistem Pendidikan di Australia menawarkan lebih dari 12.000 program studi yang diakui secara internasional dengan standar kelas dunia. Biaya kuliah dan biaya hidup untuk belajar di Australia lebih murah bila dibandingkan kebanyakan negara lain dengan biaya kuliah   yang lebih terjangkau daripada di Inggris, Amerika Serikat atau Kanada.

3 Falsafah Dari Jemari Tangan

Thumb Up Cerita falsafah tentang jari tangan ini saya peroleh, ketika ditugaskan utuk mengikuti sebuah Diiklat Kepemimpinan pada tahun 2009 yang lalu. Sekarang, coba Anda perhatikan jamari tangan Anda dan berhitunglah mulai dari 60 hingga 1. Mulai! 60, 59, 58, 57, 56, 55, 54….., 1.  Apa yang terjadi? Apa yang Anda rasakan? Pembaca MSB yang budiman, karena Diklat tersebut diadakannya hampir 3 tahun yang lalu, sudah barang tentu, saya sedikit agak lupa. Cerita tentang jemari ini, kalau tidak salah ingat, diberikan oleh seorang Widyaiswara dari Kejaksaan Agung, yang kebetulan seorang wanita. Mumpung belum lupa lagi, saya langsung saja dengan cerita tentang falsafah jari ini.