Langsung ke konten utama

Kerja Cerdas dan Istirahat Cerdas


Pada suatu saat ada sekelompok laki-laki -  seorang pemuda dan beberapa orang tua. Mereka  melakukan pekerjaan kayu di hutan (yaitu menebang pohon).

Sang pemuda ini bekerja sangat keras. Dia selalu terus bekerja hingga melampaui waktu istirahat dan mengeluh bahwa orang-orang tua banyak yang membuang waktu, harus istirahat beberapa kali sehari untuk minum dan ngobrol.


Seiring dengan berjalannya waktu, pria muda ini menyadari bahwa meskipun ia bekerja melampaui waktu istirahat, dan hanya berhenti seperlunya saja...tetapi para penebang tua dapat menebang pohon dalam  jumlah yang sama seperti yang ia lakukan. Dan bahkan lebih daripada dirinya, bila para penebang tua tersebut melampau waktu istirahatnya.  Jadi ia memutuskan untuk bekerja lebih keras keesokan harinya…sayangnya,  hari berikutnya justru dia memperoleh hasil yang lebih jelek.

Suatu hari, salah seorang penebang tua mengundangnya untuk minum selama waktu istirahat mereka. penebang muda itu menolak dan berkata bahwa ia tidak memiliki waktu luang untuk dihabiskan!

Kemudian orang tua itu tersenyum kepadanya dan berkata,” Jangan membuang-buang tenaga untuk memotong pohon tanpa mengasah pisau Anda. Cepat atau lambat Anda akan menyerah atau jadi habis karena terlalu banyak mengeluarkan tenaga”.

Sekarang pemuda itu baru menyadari bahwa, sebenarnya pada saat istirahat para penebang tua, selain minum dan ngobrol, juga mengasah pisau mereka pada waktu yang sama! Dan karena itulah mereka dapat memotong lebih cepat daripada dia dan menghabiskan waktu lebih sedikit! Penebang tua itu mengatakan, “apa yang kita butuhkan adalah efisiensi dengan menggunakan keterampilan dan kecerdasan. Dengan demikian, kemudian kita masih bisa memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal lain. Jika tidak, Anda akan selalu saja mengatakan,” Saya tidak punya waktu!”

Moral cerita:
Dengan mengambil istirahat sejenak selama pekerjaan, itu akan membuat Anda merasa lebih segar, berpikir lebih jernih dan bekerja lebih baik setelah istirahat! (Atau aku hanya mengemukakan alasan agar bisa istirahat!). Dengan beristirahat, tidak menghentikan pekerjaan, tapi untuk beristirahat dan berpikir ulang dan mengatur strategi dari sudut pandang yang lain.

Berpikir cerdas, bekerja cerdas dan beristirahat cerdas.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Tip Bagaimana Menjadi Pemikir yang Brilian

Pada artikel sebelumnya, b ertitik tolak dari pemahaman bidang neurologi dan psikologi, Dr. Richard Restak mengemukakan 28 cara melatih otak agar kinerja otak tetap cemerlang, tidak mengalami atrofi alias penciutan sirkuit otak, tidak mudah lupa, dan semakin kreatif. Dalam bukunya “Smart and Smarter: Cara Melatih Otak Agar Kita Menjadi Lebih Pintar dan tetap Pintar” . Ke 28 cara tersebut dapat Anda baca disini . Pada artikel ini, MSB kemukakan pemikiran Dr, Paul Sloane. D alam bukunya How to be a Brilliant Thinker: Exercise Your Mind and Find Creative Solutions , Paul Sloane telah membuat sebuah buku panduan yang amat komprehensif tentang seni berpikir, yang menghindari kesalahan dari banyak buku serupa yang ditulis penulis lainnya. Di satu sisi, memuat sejumlah teori, di sisi lain dan barangkali hal ini lebih penting lagi, buku ini dilengkapi dengan saran-saran praktis dan contoh-contoh nyata tentang bagaimana para pemikir hebat, sekalipun berasal dari kelas orang kebanyaka...

Konsumsi BBM Beberapa Jenis Mobil

Mendengar, membaca, menyaksikan obrolan, rumor dan sanggahan terkait jadi tidaknya diberlakukan kebijakan BBM non-subsidi, membuat rakyat semakin jengah. Terkesan kebijakan ini tidak cermat, tidak dikaji secara mendalam.  Mungkin dibenak pemerintah, jalankan dulu kebijakan, toh rakyat (baca: masyarakat) akan pasrah dan akhirnya akan menerima paksaan ini. Akupun lantas mimpi mempunyai kendaraan yang irit BBM. Kalau disuruh beli Hybrid tentu aku langsung ngibrit, daripada seperti orang mimpi di siang bolong, pilih yang bekaspun asal irit. Apatah lagi "Sang Ahli" belum bisa membuat kebijakan untuk mengurai kemacetan yang semakin kusut. Akhirnya kembali kepada kita pengguna kendaraan bermotor untuk menggunakan kendaraan secara smart dan bijaksana. Bagi yang baru mau beli atau ganti kendaraan, berikut saya berikan konsumsi BBM beberapa jenis mobil, yang saya comot dari forum di kaskus.us.

Kontradiksi Penelitian Tentang Orang Kaya

Apakah Anda orang kaya atau miskin? Bagaimana cara mengukur diri Anda, masuk kategori orang kaya atau miskin? Siapa orang kaya yang sebenarnya? Apakah orang kaya itu mereka yang gemar membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang mahal? Seseorang yang sukses secara finansial biasanya memiliki pemikiran, omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang mereka dapatkan tidak turun begitu saja dari langit. Namun, kekayaan tersebut merupakan buah dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Mereka bisa menjadi kaya karena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan perilaku yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara finansial. Tapi benarkah demikian? Berikut MSB sajikan tiga penelitian -yang mungkin saling kontradiktif satu dengan yang lain- tentang gaya hidup orang kaya.