Langsung ke konten utama

Postingan

Guru Kencing Berlari, Murid Nggak Bisa Kencing Lagi ?

[Baguserek]    S eorang teman mengirimkan sebuah artikel yang diperolehnya dari website Kementrian Pendidikan Nasional cq. Dirjen Dikti,   dengan judul “Guru Besar Anomali”, yang ditulis oleh Prof. Ronny Rachman Noor, Ir, MRur.Sc, PhD, Research and Community Services Institute – IPB.   Tertarik dengan judulnya, saya baca dengan cermat artikel tersebut. Sambil membaca tanpa terasa kepala ikut menggeleng-geleng ke kiri dan ke kanan, karena takjub. “Ini penting untuk diketahui, bukan saja olehku tapi juga yang lain, termasuk komunitas blogger”, seru saya dalam hati. Akhirnya saya putuskan untuk saya share di sini, selengkapnya silahkan baca!

Hikmah Sebuah Peristiwa

[baguse-rek]   Mari kita mencari Hikmah dari kejadian pada dua cerita dibawah ini. Mungkin saja hal seperti ini pernah terjadi di suatu waktu dalam kehidupan kita, tetapi kita belum pernah menyadarinya. Terkadang memang dalam sebuah kejadian terkandung sebuah rahasia, sebuah Hikmah, yang mungkin belum bisa kita ungkap atau sadari. Tetapi sebuah prasangka terlanjur terucap.

Masalah Sebagai Kesempatan

[baguse-rek]   Kita pasti pernah melakukan kesalahan. Bila anda tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya anda melihat lagi Iangkah anda. Jangan-jangan anda tak melangkah setapak pun. Kesalahan memang tak mengenakkan, namun seorang optimistis Iebih banyak belajar dari kesalahan daripada dari keberhasilan. Kesalahan menuntun anda untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi. Bukan cuma itu, kesalahan memimpin anda untuk mengambil tindakan yang Iebih baik.

Mari Bertukar Baju !!!

[Baguse-rek]     Anda pasti bertanya-tanya,”untuk apa?” “Ada-ada saja!” “Kurang kerjaan apa?!” “Sabar! Ya, saya benar-benar mengajak anda bertukar baju.” Nah, pertanyaan anda seharusnya,”bagaimana caranya?” “Ambillah selembar kerta dan tulis jawaban untuk kasus pertanyaan berikut ini!”

Mata Uang $Jujur

[baguse-rek]   Mari secara jujur anda jawab pertanyaan ini: “ Apa yang akan Anda lakukan kalau Anda melakukan kesalahan dalam menyelesaikan pekerjaan di kantor? ”   Jawaban yang mungkin anda lontarkan bermacam-macam: A,“Bertanggung jawab.”  B,“Mengakui kesalahan.”  C,“Minta maaf.”  D,“Memperbaiki kesalahan.”  E, “Minta diberi kesempatan”. F, G, dll “Hmmm, benarkah?”

15 Langkah untuk Menggapai Mimpi Anda

[baguse-rek]       Ada 3 kunci sukses di dalam setiap bidang uasaha, apapun bentuknya 1) Berada di tempat yang tepat dan waktu yang tepat (Anda mungkin sudah berada di sini!) 2) Mempunyai visi ke depan terhadap usaha/bisnis yang sedang anda geluti sekarang! 3) Membuat langkah jitu dan segera ( waktunya beraksi!) “Masa depan milik mereka yang percaya pada kualitas mimpi-mimpinya”,  Johann Wolfgang Von Goethe (Filsuf dan penyair Jerman) Inilah langkah-langkah untuk menggapai mimpi anda:

AtoZ untuk menggapai Mimpi-Mimpi Anda

[baguse-rek]  Setiap kita mempunyai mimpi-mimpi, tetapi ada yang berani menggantungkan mimpinya setinggi langit, dan ada yang hanya menggantungnya di tali jemuran. Ada yang mempunyai mimpi yang besar ~selebar dunia~, dan ada juga yang punya mimpi yang kecil saja ~selebar telapak tangannya~. Ada orang-orang yang melarang kita mempunyai mimpi yang tinggi dengan alasan,”kalau ketinggian   nanti jatuhnya sakit!”. Ada yang mendorong kita menggantung mimpi di langit. Saya termasuk golongan yang lebih setuju,”Gantungkan cita-cita atau mimpimu setinggi langit!”   Bagaimana dengan anda ?