Jumat, 16 Maret 2012

Berlatih Membuat Tujuan yang SMART #1


Berlatih Membuat Tujuan Yang SMART #1


Dalam dua artikel sebelumnya, 7 Langkah Dalam Menentukan Tujuan dan 9 Langkah Merubah Mimpi Menjadi Kenyataan, terkandung tujuan yang SMART. Tetapi, perhatikan bahwa, didalam karakter SMART di dalam kedua artikel itu sedikit berbeda. Mengapa demikian? Ternyata, MSB Tidak menemukan konsensus yang jelas tentang penggunaan 5 kata dalam SMART. Masing-masing bisa berbeda.

Dalam Berlatih Membuat Tujuan SMART #1 ini, MSB kutipkan beberapa kata yang biasa digunakan untuk mendefinisikan 5 kata dalam SMART, yaitu:


Dalam Bahasa Inggris
S (Spesific); Significant; Simple
M (Measurable); Meaningful; Motivational atau Manageable
A (attainable); Appropriate; Achievable; Agreed; Assignable; Actionable; Ambitious; Aligned; Aspirational; Acceptable; Action-focused.
R (Relevant); Result –oriented; Realistic; Resourced;
T (Timely); Time-Oriented; Time framed; Timed; Time-based; Time boxed; Time-bound; Time-spesific; timetabled; Time limited; Trackable; Tangible.

Dalam Bahasa Indonesia
S (Spesifik);  signifikan, Sederhana
M (Terukur); Berarti, Memotivasi, Tertata (terkelola)
A (Tercapai); Sesuai, Ketercapaian, Patut, Ditetapkan, ditindaklanjuti; Ambisius, Selaras, aspiratif, diterima, Tindakan-terfokus.
R (relevan), Berorientasi Hasil, Realistis, ber-sumber daya;
T (Tepat waktu), Berorientasi waktu, Bebingkai Waktu, Jangka waktu, Berbasis Waktu; Kemasan Waktu, Terikat Waktu, waktu spesifik, Terjadwal; Terbatas Waktu, Terlacak, Berwujud.

Tentu saja, selain kata-kata yang ada di atas, Anda dapat saja menjumpai kata lain yang dapat digunakan untuk mengarahkan dalam membuat tujuan SMART Anda. Sedikit hal yang dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan tujuan SMART disajikan berikut ini.

Specific
Kata spesifik, mengandung makna yang beragam. Dalam pengertian membuat tujuan berarti harus sesuatu yang istimewa. Jadi tujuan Anda haruslah sesuatu yang sangat penting, memiliki karakteristik khusus atau khas, special, dan bersifat terbatas dan tepat. Dengan demikian maka tujuan yang Anda tuliskan menjadi jelas, tegas, mempunyai kepastian dan tertentu.
Penulisan tujuan ini akan menentukan kondisi tujuan Anda. Pernyataan tujuan Anda akan menjadi lebih detail dan berkualitas.

Selain spesifik, tujuan yang Anda tuliskan haruslah signifikan, penting dan mengandung konsekuensi yang harus diraih. Signifikan juga berarti sebuah tujuan harus mempunyai atau mengekspresikan sebuah makna, indikatif dan mengandung ide (suggestive) yang membuat Anda tergerak untuk meraihnya. Tujuan anda bukanlah terjadi secara kebetulan, tetapi sudah merupakan sebuah pemikiran yang mengindikasikan suatu sebab yang sistematis.

Walau demikian, tujuan yang Anda tuliskan haruslah tetap simple, sederhana, mudah dimengerti, ditangani, digunakan, tidak rumit atau dibuat-buat serta lugas.

Sebuah tujuan yang spesifik mempunyai kemungkinan lebih besar untuk dicapai daripada sebuah tujuan yang bersifat global. Untuk membuat tujuan yang spesifik tersebut Anda harus dapat menjawab pertanyaan “6W” berikut ini:
  • *Who:      Siapa?  (yang terlibat).
  • *What:     Apa? (yang ingin saya capai).
  • *Where:    Dimana? (identifikasi waktu).
  • *When:     Kapan? (tentukan batas waktu).
  • *Which:    Yang mana? (Identifikasi kebutuhan dan batasan-batasan).
  • *Why:      Mengapa? (Alasan yang spesifik, kegunaan atau keuntungan dari tercapainya tujuan.

CONTOH: mana yang lebih spesifik, ketika Anda menentukan tujuan Resolusi di tahun 2012 dengan mengatakan  “Get in shape” atau Anda katakan dengan tujuan yang lebih spesifik, “Bergabung dengan klub kebugaran dan berlatih 3 kali dalam seminggu”.

Measurable
Anda harus menetapkan kriteria kongkrit, yang berguna untuk mengukur kemajuan menuju pencapaian setiap tujuan yang telah Anda tetapkan. Ketika Anda mengukur kemajuan Anda, tetaplah di lajur Anda, untuk meraih tujuan sesuai tanggal target Anda, dan berusahalah dengan senang hati, hal yang akan memacu Anda untuk terus berupaya mencapai tujuan itu.

Buatlah titik-titik target pada setiap tujuan yang hendak dicapai. Titik atau poin ini sudah harus berarti (meaningful) dan merupakan tapak untuk poin berikutnya. Dengan demikian maka tujuan yang Anda buat sudah terkelola dengan baik. Dan pada setiap titik poin akan memberikan motivasi untuk melangkah ke poin berikutnya.

Untuk menentukan apakah tujuan Anda adalah terukur,  Anda dapat mengajukan beberapa pertanyaan. Berapa banyak? (How much? How many?), bisa berupa bilangan atau prosentase. Bagaimana saya tahu kapan itu dicapai? Tetapkan syarat-syarat pencapaian dalam tiap tahap. Hal ini bisa dilakukan secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Saya sarnkan bahwa, semua hal yang terukur secaa kualitatif dapat dikonversi menjadi kuantitaif.

Attainable
Ketika Anda mengidentifikasi tujuan paling penting yang ingin dicapai, Anda juga pasti mulai mencari cara untuk dapat membuatnya menjadi kenyataan. Anda akan mengembangkan sikap, kemampuan, keterampilan, dan kemampuan finansial terbaik untuk meraihnya. Anda mulai melihat peluang yang sebelumnya terabaikan yang dapat membawa diri Anda lebih dekat kepada pencapaian tujuan Anda.

Anda dapat mencapai hampir setiap tujuan yang Anda tetapkan, bila Anda merencanakan langkah Anda dengan bijaksana dan menetapkan kerangka waktunya, memungkinkan Anda untuk melaksanakan langkah-langkah tersebut. Tujuan itu awalnya mungkin tampak jauh dan berada di luar jangkauan, tetapi perlahan akan bergerak mendekat dan dapat diraih. Hal ini terjadi bukan karena tujuan Anda menyusut, tetapi karena Anda tumbuh dan berkembang untuk meraihnya. Ketika Anda membuat daftar tujuan tanpa sadar sebenarnya Anda mencoba membangun citra diri Anda. Anda melihat diri Anda sebagai hal berharga dalam tujuan-tujuan tersebut, dan mengembangkan sifat serta kepribadian untuk mencapai segala tujuan di daftar Anda.

Anda boleh membuat tujuan yang ambisius, tetapi tetap patut untuk ditindak lanjuti dan dapat dicapai (achieveable). Masing-masing tujuan yang Anda tetapkan hendaklah selaras satu dengan yang lain, sehingga tindakan-tindakan yang Anda jalankan lebih terfokus.

Realistic
Harus realistis, tujuan harus mewakili sebuah obyektif yang Anda ingin dan mampu kerjakan.  Sebuah tujuan dapat saja sangat tinggi dan tetap realistis, Anda satu-satunya yang dapat memutuskan seberapa tinggi tujuan Anda seharusnya.  Tetapi pastikan bahwa setiap tujuan  mewakili sebuah kemajuan yang substansial.

Tujuan yang tinggi sering lebih mudah dicapai, karena tujuan yang rendah/dangkal  juga menimbulkan gairah motivasi yang juga rendah.

Timely 
Sebuah tujuan haruslah dilengkapi dengan bingkai waktu. Ketiadaan bingkai waktu, menyiratkan tiadanya hal penting (urgensi) dalam tujuan Anda. 

Jika Anda ingin turun 10 kg, kapan hal ini Anda inginkan terjadi?  “Suatu Hari, kapan???”  Tetapi jika sudah Anda canangkan waktunya (misal 10 Juli 2012), secara tidak sadar Anda telah men-setting  pikiran bawah sadar Anda untuk mulai bergerak mencapai tujuan itu.

Sampai disini, saya berharap Anda sudah mulai memahami dan termotivasi bagaimana seharusnya membuat tujuan yang SMART. Untuk menjadi pemain professional, Lionel Messi terus berlatih, bukankah Anda harusnya juga demikian?

Pada Berlatih Membuat Tujuan yang SMART #2, akan Anda jumpai beberapa contoh untuk Anda berlatih. Selamat berlatih ! 


Salam Takzim,
Bagus H. Jihad


11 komentar:

  1. punya tujun harus dilath juga yahom, sama kayak punya keinginan harus di paksa/dilatih? jadi paksaan ama latih sama gak sih ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan melatih punya tujuan...tetapi bagaimana menetapkan tujuan dengan baik dan cermat.

      Punya keinginan bukan harus dipaksa. Tidak ada seorangpun yang berhak memaksa sesorang untuk punya keinginan. Yang perlu dipaksa adalah bagaimana menggapai keinginan. Bila Anda punya keinginan, apakah dia akan datang dengan sendirinya? Apakah dengan bermalas-malas Anda dapat meraihnya?

      Rasa enggan dan malas adalah kendala dan hambatan terbesar dalam mencapai tujuan...ini yg harus diperangi. Seperti bangun pagi, jika Anda tidak memaksa bangun...bukankah lebih enak tidur?

      Ini bukan paksaan, tetapi berlatih untuk selalu bangun pagi. Bila sudah terbiasa, maka dengan sendirinya Anda akan bangun tanpa dipaksa.

      Membuat dan mencapai tujuan, sya kira juga demikian. Bila Anda sdh terbiasa membuat tujuan, berlatih dan memaksa diri untuk mencapainya, Insya Allah selalu ada jalan, asal syarat2nya terpenuhi.

      Salam Takzim.

      Hapus
  2. Bukan melatih punya tujuan...tetapi bagaimana menetapkan tujuan dengan baik dan cermat.

    Punya keinginan bukan harus dipaksa. Tidak ada seorangpun yang berhak memaksa sesorang untuk punya keinginan. Yang perlu dipaksa adalah bagaimana menggapai keinginan. Bila Anda punya keinginan, apakah dia akan datang dengan sendirinya? Apakah dengan bermalas-malas Anda dapat meraihnya?

    Rasa enggan dan malas adalah kendala dan hambatan terbesar dalam mencapai tujuan...ini yg harus diperangi. Seperti bangun pagi, jika Anda tidak memaksa bangun...bukankah lebih enak tidur?

    Ini bukan paksaan, tetapi berlatih untuk selalu bangun pagi. Bila sudah terbiasa, maka dengan sendirinya Anda akan bangun tanpa dipaksa.

    Membuat dan mencapai tujuan, sya kira juga demikian. Bila Anda sdh terbiasa membuat tujuan, berlatih dan memaksa diri untuk mencapainya, Insya Allah selalu ada jalan, asal syarat2nya terpenuhi.

    Salam Takzim.

    BalasHapus
  3. smart di sini bukan pt smart tbk, hehehe... kawan saya yang kerja di pt smart tbk itu sudah nulis buku "the power of networking". saya dari dulu cuma nulis blog. apakah itu tanda saya kurang smart?

    BalasHapus
    Balasan
    1. SMART kan banyak ragamnya Kang, baca deh di Blog ini tentang "Kecerdasan Ganda"

      Hapus
  4. berbagi ilmu dengan orang lain juga bisa menambah ilmu bagi kita dan bukan malah ilmu kita berkurang karena dibagi2..so berbagi2lah ilmu dengan orang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tips yg sangat berguna... tinggal merealisasikannya saja..

      Hapus
  5. saya cuma bisa bilang, setuju gan..

    BalasHapus

Pembaca yang BUDIMAN, Sudilah kiranya Anda meninggalkan pesan/komentar terkait artikel yang Anda baca, atau mengenai Blog ini. Terima kasih dan Salam Takzim.

Artikel Terkait