Senin, 17 Januari 2011

Izinkan Hamba Menjadi Malaikat

Ya Alloh, hamba-Mu hari ini benar-benar ketakutan
hamba melihat noda-noda dan dosa-dosaku berpencaran
Teramat banyak bagai buih sepanjang lautan
Apakah ada saat hamba melakukan penyesalan

Ya Alloh, beri hamba-Mu kesempatan menangis
Karena hati ini terasa bagai teriris-iris
Mencucurkan air mata penyesalan hingga habis
Mengikis penyesalan sampai menjadi seorang mukhlis

Ya Alloh mengapa hati hamba belum juga tentram
Pada hal telah kucurahkan isi hati hamba paling dalam
Penyesalan karena amalan-amalan yang kelam
Kosong dari amalan yang membawa salam

Ya Alloh mengapa hati hamba resah gelisah
Mungkinkah amalan hamba belum bernilai ibadah
Hanya sembah orang-orang yang berkeluh kesah
Belum bersih, belum bermakna berserah pasrah
Hamba belum mendalami makna khouf dan khosy-yah

Takut hamba kepada-Mu hanyalah takut seorang budak
Bukan takut yang melahirkan amalan yang banyak   
Tetapi takut dicambuk dan takut dibentak-bentak
Mengapa hamba tidak mampu meninggalkan sifat budak ?
Ya Alloh, bagaimana hamba dapat menyatakan :
“Engkau Rohman, Engkau tidak memberi ancaman
kepada siapa pun yang telah menyatakan beriman
dan Engkau senantiasa membuka pintu ampunan”.

Ya Alloh perlihatkan kepada hemba pintu-Mu yang terbuka
Untuk siapa saja yang ingin masuk ke dalamnya
Menadahkan tengan dengan cucuran air mata
Menggetarkan hati nurani karena duka nestapa
Berharap cemas memperoleh setitik cahaya
Yang akan  menembus ke dalam kekosongan jiwa
Hingga qolbu ini menjadi selamat sejahtera dari noda  

Ya ilahi, kini hamba telah mampu berzikir
Dengan menggunakan perasaan, akal dan fikir
Kubaca tasbih, tahmid, dan tahlil sebutir-sebutir
Terasa betapa nikmat mengucap kalimah takbir
Hati merasa sejuknya sentuhan asma-Mu hingga akhir
   
Andaikan Engkau mengizinkan hamba menjadi malaikat
Yang hanya beribadat dan selalu ta’at
Tidak melakukan amalan duniawi hanya akhirat
Hamba akan tetap di sini, tidak akan berpindah tempat

6 komentar:

  1. TT.TT

    menyentuh!
    -----------------------
    perbait sangat terjaga.
    saya suka pemilihan katanya. Oke punya dah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Om Dede, kapan Sidang skripsinya?
      Buruan, mumpung belum wajib menulis di jurnal ilmiah.

      Salam Takzim,
      Mimpi SIang Bolong

      Hapus
  2. Syahdu, ohya bang ini termasuk puisi atau syair atau apa ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini termasuk puisi biasa.

      Salam Takzim,
      baguserek

      Hapus
  3. mampir kangmas, :) blognya kok seneng warna coklat? heheh...
    mampir sini ya ms,minta komentarnya, masih muda :) butuh banyak masukan :)
    http://gores-penaku.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir ke blog saya. Warna ini adalah warna asli bawaan template-nya. Dulu nama blognya mau dirubah menjadi CoklatManis.com

      Bukan berarti yang tua lebih tahu dan berpengalaman, Jaman sekarang banak anak-anak muda yang meninggallkan jamannya, berlari...mengalahkan orang-orang yg lebih tua.

      Salam Takzim,
      Bagus H. Jihad

      Hapus

Pembaca yang BUDIMAN, Sudilah kiranya Anda meninggalkan pesan/komentar terkait artikel yang Anda baca, atau mengenai Blog ini. Terima kasih dan Salam Takzim.

Artikel Terkait