Sabtu, 29 Januari 2011

Jika Tuhan membawa Engkau Pada Cinta

Benarkah untuk mencintai memerlukan alasan? Apatah lagi alasan tersebut harus spesifik? Mari kita cermati dialog seorang cewek dan cowok berikut ini, selanjutnya silahkan anda artikan dan anda tafsirkan sendiri. Karena pasti anda semua mempunyai tafsir dan jawaban yang berbeda-beda.

Ce : Mengapa kamu menyukai saya?
Co : Saya tidak dapat menjelaskan alasannya.  Tetapi saya sungguh menyukai engkau!
Ce : Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya.
        Bagaimana kamu  dapat berkata menyukai saya?
        Bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya?
Co : Saya sungguh tidak tahu alasannya, tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.
Ce : Bukti? Tidak!
       Saya mau kamu menjelaskan alasannya.
       Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi...
       kamu tidak dapat!

Co : Ok...ok!!!
        Hmm karena kamu cantik,
        karena suaramu enak didengar,
        karena kamu penuh perhatian,
        karena kamu mengasihi,
        karena kamu bijaksana,
        karena senyummu,
        karena setiap gerakanmu

Sayangnya,
beberapa hari kemudian,
sang cewek mengalami kecelakaan dan mengalami koma.
Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya,
dan isinya sebagai berikut:

Kekasihku...,
Karena...
suaramu yang merdu saya mencintaimu.
Sekarang, dapatkah kamu berbicara?
Tidak!
Oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena...
kamu penuh perhatian dan peduli
maka saya menyukaimu.
Sekarang, kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu

Karena...
senyummu, karena setiap gerakanmu
maka saya mencintaimu
Sekarang, dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak?
Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu..

Jika cinta
memerlukan alasan,
seperti sekarang,
maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai engkau lagi.

Apakah cinta memerlukan alasan?
TIDAK!
Oleh karena itu..., saya masih tetap mencintaimu
dan cinta tidak memerlukan alasan

Ketika mencintai seseorang
jangan pernah menyesal dengan apa yang pernah kamu lakukan
menyesallah terhadap apa yang tidak pernah kamu tidak lakukan!

Jika Tuhan
membawa engkau kepada cinta..
Dia akan memampukan engkau untuk bisa mengatasinya

Sumber: http://www.ebookdahsyat.cjb.net/

4 komentar:

  1. kata-kata itu hanyalah lambang, kata tidak mampu mencapai hakikat yang dilambangkan,kata manis misalnya, ia hanya dapat diketahui lebih tepat bila kita cicipi semisal buah mangga yang manis, tetapi bagaimana membuktikan dan merasakan manisnya wajah anakku yang balita, atau ibuku amat manis ? termasuk kata "cinta". lebih hebat lagi jika kita berbincang tentang cinta Allah kepada hamba-Nya. Allah menyatakan cinta-Nya dengan : "Aku bersama hamba-ku" yang bersabar, bersyukur, bertaubat dan mensucikan dirinya. maka cinta adalah ma'iyah; selalu bersama; patuh; patih tidak enggan apalagi menolak perintah dan melanggar cegahan. maka "cinta" yang bernilai dan bermakna hanyalah cinta yang berbentuk "ma'iyyah", ma'iyatu 'llah. selalu bersama Allah. Tidak terikat oleh kehambaan kepada makhluq. adapun cinta lain dapat berarti "cinta semu". "cinta pamrih" "Cinta senang" dsb. Tetapi apapun bentuk cinta itu, ia adalah baik, terhormat, mulia dan suci. (Hanif Adzhar).

    BalasHapus
  2. Ayah, terimakasih komentarnya...

    BalasHapus
  3. Naaaah... ini dia Om yang saya maksud... persis sekali. Mencintai yang sesungguhnya antar satu pasangan insan menurut saya tidak pernah mengenal alasan. Kalaupun (misal) dengan mantap mengatakan alasannya karena Allah ta'ala, saya yakin itu buka suatu alasan, melainkan itu adalah salah satu cara seandainya kita bersama si dia, segala proses kebersamaan itu dijalani dengan tetap berada pada koridor hukum Allah dan dijalan yang mengandung nilai ibadah. :-)

    Mantap Om... semoga dapat terus membimbing saya untuk menjadi pribadi yang ikhlas

    BalasHapus
  4. @Rosid:
    Tengkyu Om Rosid sdh mampir, Allah menciptakan Cinta (Mahabbah) untuk kita rasakan dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Jangan mengartikan Cinta sebagai materi, karena dgn demikian dia akan habis bila dibagi. Nyatakan Cinta dengan utuh, semakin dibagi semakin bertambah. Wallahu a'lam bi'sh showab. Salam takzim.

    BalasHapus

Pembaca yang BUDIMAN, Sudilah kiranya Anda meninggalkan pesan/komentar terkait artikel yang Anda baca, atau mengenai Blog ini. Terima kasih dan Salam Takzim.

Artikel Terkait