Senin, 21 Maret 2011

Guru Dapat Membuat Keajaiban

[Mimpi Siang Bolong]  

Seorang Guru Dapat Menciptakan Keajaiban!
Didedikasikan untuk Semua Guru!

Seorang anak berusia 10 tahun (yang kehilangan lengan kirinya karena sebuah kecelakaan mobil) memutuskan untuk belajar Judo. 

Judo (bahasa Jepang: 柔道 ) adalah seni bela diri, olahraga, dan filosofi yang berakar dari Jepang. Judo dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang yang disebut Jujutsu. Jujutsu yang merupakan seni bertahan dan menyerang menggunakan tangan kosong maupun senjata pendek, dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro (嘉納治五郎) pada 1882. Olahraga ini menjadi model dari seni bela diri Jepang, gendai budo, dikembangkan dari sekolah (koryu) tua. Pemain judo disebut judoka atau pejudo. Judo sekarang merupakan sebuah cabang bela diri yang populer, bahkan telah menjadi cabang olahraga resmi Olimpiade.

Anak tersebut mendapatkan pelajaran Judo pertamanya dari seorang master Judo dari Jepang (Sensei). Si anak belajar dengan baik dan bersemangat, tetapi yang dia tak habis pikir adalah,"setelah tiga bulan training, Sang Guru hanya mengajarkannya satu Jurus saja?"
"Sensei!," panggil si anak akhirnya dengan tidak sabar.
"Bisakah saya belajar gerakan (jurus) yang lain?"
"Ini adalah gerakan yang kamu pahami dengan baik, dan gerakan ini adalah satu-satunya gerakan yang perlu kamu ketahui," timpal Sensei.
Tidak begitu paham maksud sang Sensei tapi dia sangat yakin dengan gurunya itu, si anak terus berlatih.

Beberapa bulan kemudian, Sang Sensei mengikutkan si anak pada sebuah turnamen.
Yang membanggakan, si anak menang dengan mudah pada dua pertarungan pertamanya.
Pertarungan ketiga, terlihat lebih sulit, tetapi setelah beberapa saat, lawannya terlihat tidak sabaran dan menjadi ceroboh. Si anak menggunakan jurus satu-satunya yang dipelajari untuk memenangkan pertarungan.
Masih tidak yakin dengan keberhasilannya, si anak memasuki babak final. Kali ini lawan yang dihadapinya lebih besar, lebih kuat dan lebih berpengalaman. 

Untuk sementara waktu, si anak nampak akan kalah dengan sangat mudah.  Dengan mempertimbangkan kemungkinan si anak cedera, wasit menhentikan pertandingan sejenak (time-out). Ketika wasit hendak menghentikan pertandingan, sang sensei menyela,"Tidak". Sensei melanjutkan, "Biarkan dia menyelesaikan pertarungan".

Tak berapa lama setelah pertandingan dilanjutkan, lawannya membuat kesalahan fatal dimana dia menurunkan pertahanannya. Secara cepat, si anak menggunakan jurusnya untuk menguncinya.  Si anak memenangkan turnamen. Dia seorang Juara. 

Pada perjalanan pulang, mereka mereview setiap jurus dalam setiap pertandingan. Kemudian dengan memberanikan diri, si anak menanyakan sesuatu yang mengganjal dalam benaknya. "Sensei, bagaimana aku bisa menang sebuah turnamen hanya dengan tahu satu jurus saja?"
"Kamu menang karena dua alasan" jawab sensei.
"Pertama, kamu hampir sempurna mempelajari gerakan yang paling sulit dalam Judo. Kedua, Gerakan bertahan dari jurus yang kamu miliki adalah "lawanmu akan mencengkeram tangan kirimu".
 
MORAL :  
Kelemahan terbesar si Anak menjadi Kekuatan terbesarnya.
Guru yang baik akan mengajarkan bagaimana menutupi kelemahan muridnya, bahkan bila bisa menjadikannya kekuatan.







3 komentar:

Pembaca yang BUDIMAN, Sudilah kiranya Anda meninggalkan pesan/komentar terkait artikel yang Anda baca, atau mengenai Blog ini. Terima kasih dan Salam Takzim.

Artikel Terkait