Langsung ke konten utama

Jangan Melihat Lewat Jendela Kaca...

baguse-rek.blogspot.com
 [Baguse-rek]     Belajar tentang hidup dan kehidupan ini tak akan pernah habis. Banyak hal yang bisa kita pelajari dan ambil hikmahnya. Kali ini di Mimpi Siang Bolong, terkait dua tulisan terdahulu, yaitu “Bank WAKTU” dan “Siapapun Ingin dan Berhak Diperlakukan Dengan Hormat”, juga artikel saya lainnya, "Jangan Bercermin Bila..."  mari kita cermati kisah berikut ini, semoga bermanfaat.

Alkisah, Sepasang pengantin muda, memutuskan untuk pindah ke Lingkungan perumahan baru.


Pada suatu pagi, ketika mereka sedang menikmati sarapan pagi, wanita muda itu melihat tetangganya menjemur pakaian di luar halaman.

Pakaian-pakaian itu tidak bersih,” katanya, dia kurang faham bagaimana mencuci dengan benar.

“Mungkin dia butuh sabun yang lebih baik!”
Sang suami melihat keluar, tetapi tetap diam tanpa suara.


Setiap tetangganya menjemur pakaian, wanita muda itu selalu berkomentar yang sama

Sebulan telah berlalu, pada suatu pagi tiba-tiba sang wanita muda terkejut melihat betapa bersihnya pakaian yang dijemur tetangganya itu.

Si wanita muda menegur suaminya,” Lihatlah! Dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar.”

Sang suami menjawab,” aku bangun lebih awal tadi, dan kubersihkan semua kaca jendela itu!”

Di kehidupan nyata ini: apa yang kita lihat dan saksikan tentang orang lain, sangatlah tergantung pada kejernihan jendela darimana kita melihat.

Sebelum kita memberikan komentar, mungkin lebih baik bila kita melihat ke dalam terlebih dahulu, dan bertanya kepada diri kita masing-masing, “Apakah kita lebih baik dari apa yang mereka kerjakan?”

Imam Ali ra. Berkata,”hisablah dirimu sebelum menghisab orang lain”.


Ada penggalan lirik lagu yang sangat saya sukai, dinyanyikan oleh Ebiet G. Ade:
Kita mesti telanjang
Dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam, sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat


Hari ini saya melihat anda lebih jernih,  bukankah demikian?

Bagaimana menurut pendapat anda?





Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Tip Bagaimana Menjadi Pemikir yang Brilian

Pada artikel sebelumnya, b ertitik tolak dari pemahaman bidang neurologi dan psikologi, Dr. Richard Restak mengemukakan 28 cara melatih otak agar kinerja otak tetap cemerlang, tidak mengalami atrofi alias penciutan sirkuit otak, tidak mudah lupa, dan semakin kreatif. Dalam bukunya “Smart and Smarter: Cara Melatih Otak Agar Kita Menjadi Lebih Pintar dan tetap Pintar” . Ke 28 cara tersebut dapat Anda baca disini . Pada artikel ini, MSB kemukakan pemikiran Dr, Paul Sloane. D alam bukunya How to be a Brilliant Thinker: Exercise Your Mind and Find Creative Solutions , Paul Sloane telah membuat sebuah buku panduan yang amat komprehensif tentang seni berpikir, yang menghindari kesalahan dari banyak buku serupa yang ditulis penulis lainnya. Di satu sisi, memuat sejumlah teori, di sisi lain dan barangkali hal ini lebih penting lagi, buku ini dilengkapi dengan saran-saran praktis dan contoh-contoh nyata tentang bagaimana para pemikir hebat, sekalipun berasal dari kelas orang kebanyaka...

Konsumsi BBM Beberapa Jenis Mobil

Mendengar, membaca, menyaksikan obrolan, rumor dan sanggahan terkait jadi tidaknya diberlakukan kebijakan BBM non-subsidi, membuat rakyat semakin jengah. Terkesan kebijakan ini tidak cermat, tidak dikaji secara mendalam.  Mungkin dibenak pemerintah, jalankan dulu kebijakan, toh rakyat (baca: masyarakat) akan pasrah dan akhirnya akan menerima paksaan ini. Akupun lantas mimpi mempunyai kendaraan yang irit BBM. Kalau disuruh beli Hybrid tentu aku langsung ngibrit, daripada seperti orang mimpi di siang bolong, pilih yang bekaspun asal irit. Apatah lagi "Sang Ahli" belum bisa membuat kebijakan untuk mengurai kemacetan yang semakin kusut. Akhirnya kembali kepada kita pengguna kendaraan bermotor untuk menggunakan kendaraan secara smart dan bijaksana. Bagi yang baru mau beli atau ganti kendaraan, berikut saya berikan konsumsi BBM beberapa jenis mobil, yang saya comot dari forum di kaskus.us.

Kontradiksi Penelitian Tentang Orang Kaya

Apakah Anda orang kaya atau miskin? Bagaimana cara mengukur diri Anda, masuk kategori orang kaya atau miskin? Siapa orang kaya yang sebenarnya? Apakah orang kaya itu mereka yang gemar membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang mahal? Seseorang yang sukses secara finansial biasanya memiliki pemikiran, omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang mereka dapatkan tidak turun begitu saja dari langit. Namun, kekayaan tersebut merupakan buah dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Mereka bisa menjadi kaya karena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan perilaku yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara finansial. Tapi benarkah demikian? Berikut MSB sajikan tiga penelitian -yang mungkin saling kontradiktif satu dengan yang lain- tentang gaya hidup orang kaya.