Langsung ke konten utama

Renungan Orangtua di Malam Tahun Baru

Pada umumnya orangtua yang sudah berusia lanjut mempunyai keinginan sebagai berikut. Kalau merasa ingin bepergian, mereka akan segera berkemas-kemas dan pergi ke tempat yang dituju.  Kalau ingin makan sesuatu, mereka akan membelinya atau menyiapkan sendiri dan makan.  Kalau ingin memakai pakaian tertentu, mereka akan mengenakannya.  Bila dapat melakukan semuanya itu mereka akan merasa bahagia.


Rumah orangtua adalah rumah anak-anaknya.  Anak-anak mereka bebas datang kapan saja, pintu selalu terbuka bagi mereka.  Akan tetapi, rumah anak bukan rumah orangtuanya.  Orangtua tidak bisa datang kapan saja. 

Kalau anak minta uang kepada orangtuanya, hal itu sudah wajar dan menjadi tanggung jawab orangtua untuk memberi.  Akan tetapi, orangtua, yang sudah tidak berpenghasilan pun, tidak demikian mudah minta uang kepada anak-anaknya, sekalipun keadaan ekonomi anaknya sudah mapan. 

Keniscayaan ini demikian gamblang dan jelas, bagaikan tetesan darah yang segera keluar ketika jari tertusuk jarum.  Oleh karena itu para orangtua hendaknya mempunyai kesadaran dalam hati.  Selagi masih ada kesempatan, orangtua harus menyisihkan uang untuk keperluan pribadinya di hari tua.  Jangan sampai orangtua membuat anak menjadi jengkel, bingung, dan terbebani.  Atau orangtua merasa sakit hati karena ditolak oleh anaknya sendiri. 

Orangtua hendaknya menjaga kesehatan, menjalin komunikasi dengan teman-teman.  Jangan sampai hidup menyendiri dan kesepian.  Semoga kita bisa bertemu lagi di Hari Tahun Baru mendatang.

Komentar

  1. bener om kenapa bisa begitu yah, saya sebagai anak juga merasakan bgt hal itu, dan kadang kasian liat orang tua yg pngen mnta uang ke anaknya bahkan sampe gak tega, bner2 realita hidup...

    BalasHapus
  2. @genksukasuka:
    Setuju sekali...orangtua seringkali malu hati untuk meminta uang kepada kita anak2nya. Padahal kalau minta pasti akan selalu kita usahakan.

    Tetapi ada juga anak yg tak tahu diri, bergelimang harta dengan membiarkan orang tua-nya serba kekurangan.

    Inilah realita hidup.

    BalasHapus
  3. mantap inspiratif pak... kita sebagai anak kadang tidak sadar... benar seperti yang bapak tulis : Rumah orangtua adalah rumah anak-anaknya. Anak-anak mereka bebas datang kapan saja, pintu selalu terbuka bagi mereka. Akan tetapi, rumah anak bukan rumah orangtuanya. Orangtua tidak bisa datang kapan saja. ....

    jd tidak salah pepatah : kasih orang tua sepanjang hayat... sementara kasih anak kpd org tua hanya sepanjang galah...

    BalasHapus
  4. semoga kita dijauhkan dari mendzolimi orangtua.. Naudzubillah.... :) seburuk atau sebaik apapun kondisi kita harus tetap ingat akan jasa orangtua..

    BalasHapus
  5. @syamsuri12
    Setuju sekali saya dengan pendapat bapak, kasih orang sepanjang jalan, tetapi kasih anak sepanjang galah...
    Terima kasih dan Salam Takzim dari Mimpi Siang Bolong untuk bapak.

    BalasHapus
  6. @fyrdhazakaria
    Insya Allah Mbak Fyrdha...Semoga saya dan Mbak jadi anak yg berbakti.
    Terima kasih dan Salam Takzim.

    BalasHapus
  7. Tanpa kedua orang tua, saya gaka akan bisa seperti ini...

    BalasHapus
  8. @Fajar
    Terima kasih mas fajar, keep blogging ya.
    Salam Takzim.

    BalasHapus
  9. paragraf terakhir akan saya ingat, om :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Om Andi, thanks ya sdh mampir.
      Keep your spirit.
      Salam Takzim.

      Hapus
  10. pak sy minta ijin masukin ke blog sy boleh?

    http://orangtua-kita.blogspot.com/

    silahkan berkunjung juga.... :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Pembaca yang BUDIMAN, Sudilah kiranya Anda meninggalkan pesan/komentar terkait artikel yang Anda baca, atau mengenai Blog ini. Terima kasih dan Salam Takzim.

Postingan populer dari blog ini

15 Tip Bagaimana Menjadi Pemikir yang Brilian

Pada artikel sebelumnya, b ertitik tolak dari pemahaman bidang neurologi dan psikologi, Dr. Richard Restak mengemukakan 28 cara melatih otak agar kinerja otak tetap cemerlang, tidak mengalami atrofi alias penciutan sirkuit otak, tidak mudah lupa, dan semakin kreatif. Dalam bukunya “Smart and Smarter: Cara Melatih Otak Agar Kita Menjadi Lebih Pintar dan tetap Pintar” . Ke 28 cara tersebut dapat Anda baca disini . Pada artikel ini, MSB kemukakan pemikiran Dr, Paul Sloane. D alam bukunya How to be a Brilliant Thinker: Exercise Your Mind and Find Creative Solutions , Paul Sloane telah membuat sebuah buku panduan yang amat komprehensif tentang seni berpikir, yang menghindari kesalahan dari banyak buku serupa yang ditulis penulis lainnya. Di satu sisi, memuat sejumlah teori, di sisi lain dan barangkali hal ini lebih penting lagi, buku ini dilengkapi dengan saran-saran praktis dan contoh-contoh nyata tentang bagaimana para pemikir hebat, sekalipun berasal dari kelas orang kebanyaka...

Konsumsi BBM Beberapa Jenis Mobil

Mendengar, membaca, menyaksikan obrolan, rumor dan sanggahan terkait jadi tidaknya diberlakukan kebijakan BBM non-subsidi, membuat rakyat semakin jengah. Terkesan kebijakan ini tidak cermat, tidak dikaji secara mendalam.  Mungkin dibenak pemerintah, jalankan dulu kebijakan, toh rakyat (baca: masyarakat) akan pasrah dan akhirnya akan menerima paksaan ini. Akupun lantas mimpi mempunyai kendaraan yang irit BBM. Kalau disuruh beli Hybrid tentu aku langsung ngibrit, daripada seperti orang mimpi di siang bolong, pilih yang bekaspun asal irit. Apatah lagi "Sang Ahli" belum bisa membuat kebijakan untuk mengurai kemacetan yang semakin kusut. Akhirnya kembali kepada kita pengguna kendaraan bermotor untuk menggunakan kendaraan secara smart dan bijaksana. Bagi yang baru mau beli atau ganti kendaraan, berikut saya berikan konsumsi BBM beberapa jenis mobil, yang saya comot dari forum di kaskus.us.

Kontradiksi Penelitian Tentang Orang Kaya

Apakah Anda orang kaya atau miskin? Bagaimana cara mengukur diri Anda, masuk kategori orang kaya atau miskin? Siapa orang kaya yang sebenarnya? Apakah orang kaya itu mereka yang gemar membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang mahal? Seseorang yang sukses secara finansial biasanya memiliki pemikiran, omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang mereka dapatkan tidak turun begitu saja dari langit. Namun, kekayaan tersebut merupakan buah dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Mereka bisa menjadi kaya karena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan perilaku yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara finansial. Tapi benarkah demikian? Berikut MSB sajikan tiga penelitian -yang mungkin saling kontradiktif satu dengan yang lain- tentang gaya hidup orang kaya.