Minggu, 15 Januari 2012

Pedang Jepang dan Penduduk Asli Pulau Bali Pada Jawaban TTS Minggu

TTS Kompas No 1650, di minggu pagi ini memberikan dua ilmu tambahan, dari beberapa ilmu yang bisa dipetik. Dua hal yang menarik adalah, pertama, mengenai penduduk asli P. Bali dan yang kedua adalah berkenaan dengan Pedang Jepang. Inilah penjelasannya yang MSB kutipkan dari beberapa sumber. Untuk lebih memperdalam, silahkan Anda langsung menuju sumber yang telah disertakan.


Penduduk Asli Pulau Bali

Diperkirakan yang menjadi cikal bakal manusia yang menempati pulau Bali adalah bangsa Austronesia dilihat dari peninggalan-peninggalan yang tersebar di Bali berupa alat-alat batu seperti kapak persegi. Bangsa Austronesia berasal dari daerah Tonkin, Cina kemudian mengarungi laut yang sangat luas menggunakan kapal bercadik. Kejadian ini terjadi kira-kira 2000 tahun sebelum Masehi.

Bangsa Austronesia memiliki kreasi seni yang sangat tinggi mutunya. Terbukti dari hiasan- hiasan nekara dan sarkofagus , peti mayat lengkap dengan bekal kuburnya yang masih tersimpan rapi di Bali. Bangsa ini juga memiliki kehidupan yang teratur dan membentuk suatu persekutuan hukum yang dinamakan thana atau dusun yang terdiri dari beberapa thani atau banua. Persekutuan hukum inilah yang diperkirakan menjadi cikal-bakal desa-desa di Bali. Bangsa inilah yang kemudian menurunkan penduduk asli pulau Bali yang disebut Orang Bali Mula atau ada juga yang menyebut Bali Aga.


Sekarang tempat dimana kita menemukan komunitas Bali Mula atau Bali Aga adalah di Desa Tenganan yang dapat diakses dengan mudah yakni hanya 5 kilometer dari daerah Candi Dasa Bali. Jika ingin yang lebih ekstrim dan pedalaman bisa mengunjungi Desa Trunyan di pinggir Danau Bratan yang terkenal dengan pohon Banyan yang mengeluarkan harum yang khas sehingga mayat-mayat disana yang notabene tidak dibakar dan dibiarkan begitu saja diletakkan dekat pohon tersebut tidak menimbulkan bau sama sekali. (sumber: disini).


Pedang Jepang

Berbicara tentang pedang jepang, tidak mungkin menghindari kata-kata samurai.  Samurai ( atau ?) adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Kata "samurai" berasal dari kata kerja "samorau" asal bahasa Jepang kuno, berubah menjadi "saburau" yang berarti "melayani", dan akhirnya menjadi "samurai" yang bekerja sebagai pelayan bagi sang majikan.

Istilah yang lebih tepat adalah bushi (武士) (harafiah: "orang bersenjata") yang digunakan semasa zaman Edo. Bagaimanapun, istilah samurai digunakan untuk prajurit elit dari kalangan bangsawan, dan bukan contohnya, ashigaru atau tentara berjalan kaki. Samurai yang tidak terikat dengan klan atau bekerja untuk majikan (daimyo) disebut ronin (harafiah: "orang ombak"). Samurai yang bertugas di wilayah han disebut hanshi. (sumber: disini)


Sejarah Pedang Samurai
Sebenarnya, nama pedang ini bukan samurai, tetapi katana atau nihonto. Nama samurai sendiri maksudnya kaum samurai sebagai pengguna pedang ini. Kaum samurai adalah kaum pejuang yang terhormat, yang melindungi masyarakat di era Jepang Kuno. Awalnya, pedang di Jepang mengadopsi pedang Cina yang bermata ganda dan lurus.

Sejarah pedang samurai dimulai ketika Amakuni, seorang pembuat pedang di abad ke-7, mulai membuat pedang yang berkarakter khusus Jepang. Pada zaman itu, para samurai dapat menggunakan berbagai macam senjata berbeda, tetapi pedang menjadi senjata yang bernilai tinggi sebagai jiwa seorang samurai. Bahkan, bila ada orang yang bukan seorang samurai membawa pedang atau senjata sembarangan, hukuman penggal kepala dengan mudah dapat dikenakan padanya.

Perkembangan pedang di Jepang tidak bisa lepas dan perkembangan sejarah bangsa itu. Perang Onin yang terjadi pada 1467-1477 membuat kualitas pedang dan senjata meningkat tinggi karena peruntukkan perang. Akan tetapi. pada masa Muromachi, peran pedang sedikit tersingkir karena mulai masuknya senjata api. Era Tokugawa menjadikan pedang berkualitas baik kembali, terutama di akhir zaman Edo Hal ini karena adanya pelarangan penggunaan senjata api dan bubuk mesiu.

Akhirnya, di era Restorasi Meiji, pedang dilarang oleh pemerintah. Memasuki era 1900-an, masa Perang Dunia ke Il. Jepang membuat pedang murah untuk digunakan oleh para tentara yang dinamai pedang shingunto.

Karakteristik Katana
Katana, Iebih dikenal dengan pedang samurai, memiliki ukuran panjang 70-90 cm. Bentuknya sedikit melengkung Warna logam pedang putih mengkilat. Tsuba atau pelindung tangan dan tebasan lawan yang ada pada bagian gagang atau pegangan tangan, biasanya berbentuk bulat.

Kekuatan pedang samurai yang bisa memotong benda keras, seperti logam, bukanlah isapan jempol. Ternyata. material yang digunakan pedang ini berbahan dasar titanium, logam transisi yang sangat kuat tetapi berbobot ringan. Tahan korosi. tahan pada air laut. dan chlorine.

Tidak heran. jika kemudian pedang ini menjadi incaran para kolektor, Selain kualitas bahan dasar dan sifat mekanisnya yang sangat baik. perawatan yang terjaga. juga karena faktor sejarah dan usia. Makin tua umurnya. makin mahal harganya. (sumber: disini)

Jawaban TTS Kompas No. 1650


Salam Takzim,
Bagus H. Jihad

22 komentar:

  1. bener banget, samurai itu orang-nya yang menggunakan katana. Rounin itu Samurai ilang XD banyak banget belajar tentang samurai dari komik-komik Jepang, kadang suka ada unsur budaya-nya juga..

    Pedang Katana yang sebenernya gak mengkilap kayak di film-film laga, tapi memantulkan cahaya yang berat, dan memang mengesankan bahwa pedang ini bisa memotong apapun sekali tebas.

    Kalo di Indonesia, semua pedang panjang dibilang Samurai, padahal bisa jadi itu pedang murah shingunto XD kalo kata anak-anak yang suka tawuran sih : SM

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, pengetahuan anda tentang samurai dan katana oke banget. Saya bertaruh bahwa pengetahuan anda tentang Kujang, Keris dan Mandau...pasti juga oke.

      Salam Takzim,
      Bagus H. Jihad

      Hapus
  2. yang paling membuat saya tertarik adalah teknik mereka memainkannya, kalau di film gerakan mereka sangat cepat, hingga tebasan pedang tak terlihat dan ternyata sang lawan sudah tertebas,seperti film Azumi, namun saya pernah melihat teknik itu dalam seni Aikido, dan ternyata benar. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga senang menonton film tentang Samurai dan Ninja. Bagi saya film2 ini syarat dengan falsafah hidup. Sangat menarik.

      Salam Takzim,
      Mimpi SIang Bolong

      Hapus
  3. Klo di Fimnya sigh thekhnik pedangnya pasti gak sama ama kehipan aslinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat anda. Salam kenal dan thengkiyu.

      Hapus
  4. Ceria tentang Bali Aga / Bali Mula (Bali Asli) adalah salah satu yang membuat saya kecewa pada ASEAN Blogger Conference kemarin. Saya kira pada sesi akhirnya akan sesuai dengan agenda awal, yaitu ke daerah Karang Asem dimana mayoritas Bali Aga masih bisa ditemui. Namun. ternyata tidak jadi karena memang jarak tempuh yang cukup jauh (sekitar 65 km) dan harus berkejaran dengan jadwal penerbangan.

    Berawal dari cerita beberapa teman saya tahun 2009 lalu, saya coba mempelajari beberapa tentang Bali termasuk bahasanya. Tapi sayang untuk bahasanya yang ingat cuma ucapan "apa kabar ?" dan "baik-baik saja" (ken-ken kabare ?, becik-becik).

    Dan keunikan lainnya ternyata meskipun sepintas sama, sebetulnya Bahasa Bali memiliki logat yang berbeda-beda disetiap daerahnya, seperti Denpasar, Karang Asem, Klungkung, Gianyar, Bangli, Badung, dll. Samplenya bisa didengerin dari Lagunya Ubud Band dengan judul Bali United. Dan katanya, yang paling original adalah Karang Asem. Di Karang Asem masih banyak tersimpan hal lain yang bisa dibilang identitas asli Bali lainnya.

    Mudah-mudahan kapan-kapan bisa lebih tahu lagi aslinya... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar anda menambah lagi pengetahuan saya tentang Bali. Pulau yang Exotic. Mudah-mudahan kapan2 Om Rosid.net bisa berkunjung lagi ke sana.

      Salam Takzim,
      Mimpi Siang Bolong

      Hapus
    2. Amiiiin... salam juga Om :)

      Hapus
    3. Aaaamiin, taqobbal ya Rabbanaa.

      Hapus
  5. ckckc sangat kreatif sekali bapak ini..jadi tahu juga saya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks Vio, Salam kenal dari Mimpi Siang Bolong.
      Salam Takzim.

      Hapus
  6. wah ane ga pernah liat liat tts gituan dah om kakak hebat om perhatian juga ya, besok code security dah ahahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, namanya juga iseng karena mau jogging hari sdg hujan. Ya de, minggu depan code-security yg posting.

      Thengkiyu, Salam Takzim

      Hapus
  7. Jadi pengin baca lagi Musashi dan Taiko.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nonton filmnya aja Kang. Tapi memang biasanya filosofinya kurang kena kalau di Film.

      Hapus
  8. pedangnya tajam ya akang yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg pasti bukan pedangnya seorang kapiten... hehehehe

      Hapus

Pembaca yang BUDIMAN, Sudilah kiranya Anda meninggalkan pesan/komentar terkait artikel yang Anda baca, atau mengenai Blog ini. Terima kasih dan Salam Takzim.

Artikel Terkait